Kumpulan Cerita Novel dan Sejarah di Indonesia

Kumpulan cerita novel dan sejarah di Indonesia seperti kisah cinta remaja & dewasa, kehidupan nyata, perselingkuhan, rumah tangga, pengalaman horror & mistis

Bumi Manusia: Novel Tentang Politik di Indonesia Dalam Trilogi

Novel Bumi Manusia adalah novel tentang politik Indonesia. Earth of Man ini adalah novel pertama dalam trilogi terkenal Buru Trikano (Trilogi Indonesia) berjudul Buru Quartet, yang ditulis oleh Pramoedsa Mitra, dirilis oleh Hasta Mitra, pada tahun 1980. Novel tersebut berlatar di awal pemerintahan kolonial Belanda dan awalnya ditulis saat Pramodya dikurung di penjara politik Buru yang terkenal di pulau Jawa, Indonesia.

Fiksi Tentang Pembobolan Penjara di Indonesia Oktober 1855

Kisah fiksi tentang pembobolan penjara di Indonesia ini berpusat pada peristiwa yang terjadi pada bulan Oktober 1855, di tempat yang sekarang dikenal sebagai Jakarta, di kota Jakarta. Peristiwa ini merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa yang menyebabkan jatuhnya Kesultanan Indonesia Sipadan. Seperti yang banyak dari kita ketahui, Belanda adalah salah satu koloni terbesar di Jawa, dan dianggap sebagai penjajah paling brutal. Yang kurang terkenal, mereka juga berhasil membuat penjara terbesar di dunia yang dikenal dengan penjara Jukarta.

Novel Bumi Manusia dimulai setelah peristiwa kuartet Buru. Setelah kematian Sultan, kemudian diserahkan kepada putranya untuk memerintah, meskipun ketegangan terus meningkat di antara keduanya. Namun, ketika terjadi pemberontakan di antara para narapidana dan bahkan ada yang terbunuh, pemerintah Indonesia menyerukan pemulihan demokrasi di negara tersebut, dan pembebasan semua tapol.

Baca Juga : Belajar Bahasa Inggris Dari Novel Ayat-Ayat Cinta Dengan Program Terbaik

Bumi adalah salah satunya, dan dia punya beberapa alasan kenapa dia dipenjara. Dia dihukum karena pemberontakan setelah bentrokan antara polisi dan orang-orang yang berjuang untuk pemulihan demokrasi. Meskipun dia tidak terlibat dalam pertempuran yang sebenarnya, dia tetap dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi segera setelah itu. Bumi dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena konspirasi, dan sesama narapidana juga dikirim ke penjara.

Narapidana Pindah Ke Benteng Tua Yang Terletak di Pinggir Jakarta

Begitu Bumi dibebaskan dari penjara, ia dan sesama narapidana terpaksa pindah ke benteng tua yang terletak di pinggir Jakarta, di mana mereka bertemu dengan sekelompok tapol lainnya dan mulai membangun komunitas di mana mereka dapat memperjuangkan. kebebasan. Suatu hari, tiba-tiba terjadi kebakaran di benteng ini, dan Bumi dan teman-temannya dislamatkan oleh tentara Indonesia, tetapi sebelumnya mereka membunuh tiga tentara.

Novel ini berkisah tentang kehidupan Bumi, yang mencoba melarikan diri dari penjara, tetapi ditangkap dan disiksa, hingga cerita mulai berubah menjadi sangat kelam. Beberapa tahun kemudian, Bumi sekali lagi lolos dari penjara.

Baca Juga : Laskar Pelangi (The Spear of Light) karya Andrea Hirata

Sementara itu, pemerintah Indonesia sedang terburu-buru memulihkan perjanjian damai yang ditandatangani dengan Inggris pada tahun 1916, dan mereka telah memutuskan untuk mengeksekusi bekas jajahannya di Jakarta dengan harapan dapat mengakhiri gerakan kemerdekaan. Mereka mampu mengeksekusi banyak dari mereka yang dieksekusi, tetapi Bumi berhasil menghindari mereka semua kecuali beberapa orang. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk mengurung Bumi dan yang lainnya di penjara terkenal Bumi Manusia.

Di sinilah Bumi bertemu dengan seorang wanita cantik Indonesia bernama Mardah, yang mencoba melarikan diri dari Bumi, dan membantunya melarikan diri. Ternyata dia adalah neneknya, tetapi mereka segera menemukan bahwa mereka memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang terlihat. Bumi segera menyadari bahwa dia perlu memenangkan hatinya, karena dia mencintainya, dan ada terlalu banyak pria dalam hidupnya. Novel tersebut diakhiri dengan hubungan antara Bumi dan Mardah, serta peristiwa pelariannya.

Admin

Kembali ke atas